Pengembangan Pariwisata Kepulauan Mentawai



Pengembangan Pariwisata Kepulauan Mentawai
Kawasan dari sebuah pulau-pulau kecil mempunyai potensi akan sumberdaya alam dan juga jasa dari lingkungan yang sangat tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai sebuah modal dasar dalam pelaksanaan pembangunan Indonesia di masayang akan datang. Kawasan ini memberikan sumberdaya alam yang sangat produktif seperti terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove, perikanan dan juga dapat dijadikan sebagai sebuah kawasan konservasi. Pulau-pulau kecil juga menyediakan jasa lingkungan yang sangat besar karena keindahan alam yang dimiliki yang dapat menjadi penggerak dalam dunia industri paiwisata bahari. 
Dalam pengelolaannya, pulau-pulau kecil akan menghadapi berbagai macam ancaman baik dariaspek ekologis yaitu penurunan kualitas dari lingkungan, seperti pencemaran, perusakanekosistem dan penangkapan ikan yang berlebihan atau yang lebih dikenal dengan sebutan overfishing maupun dari aspek social yaitu rendahnya aksesbilitas dan juga kurangnya penerimaan masyarakat lokal. Oleh karena itu dalam pembangunan sebuah kawasan pariwisata bahari perlu adanya pengembangan yang terencana dengan baik.
Kepulauan Mentawai, merupakan susunan pulau-pulau yang terdapat di Provinsi Sumatra Barat. Kepulauan ini memiliki total keseluruhan luas dartan yaitu 10.099,442 Km2. Kepulauan Mentawai memiliki 100 pulau yang terdiri dari 99 pulau kecil dan 1 pulau besar yaitu pulau Siberut dengan luas 4.030 Km2. Dari 100 pulau ini hanya ada 4 pulau saja yang dihuni, yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan. Kepulauan Mentawai sangat terkenal akan wisata baharinya.
Kepulauan Mentawai sangat terkenal akan ombak mereka yang indah. Daya tarik ini menjadikan banyak wisatawan internasional datang ke Kepulauan Mentawai terutama dari kalangan peselancar.Kepulauan Mentawai memiliki kurang lebih 70 titik surfing dengan 42 titik diantaranya merupakan sebagai titk eksklusif. Hal ini menjadikan incaran yang sangat menggiurkan oleh para wisatawan, hal ini dikarenakan lokasi eksklusif tersebut memiliki ketinggian ombak antara 3-6 meter.
Selain menjadikan Kepulauaan Mentawai sebagai spot surfing, kepulauan Mentawai juga mempunyai kekayaan dalam laut yang sangat banyak yang terdiri dari terumbu karang dan berbagai macam biota laut. Hal ini dikarenakan Kepulauan Mentawai langsung berbatasan dengan Samudera Hindia. Dengan berbagai macam kekayaan laut menjadikan Kepulauan Mentawai sebagai incaran bagi para pecinta snorkeling dan diving. Total keseluruhan spot snorkeling dan diving ada 33 tempat yang sangat potensial di perairan Kepulauan Mentawai.
Potensi yang sangat besar ini menjadikan pemerintah sangat serius dalam menggarap pariwisata yang ada di Kepulauan Mentawai. Salah satuny adalah dengan dibuatnya sebuah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata seluas 2.600 Ha di Pulau Siberut. Lokasi tepatnya dari KEK tersebut adalah di  Taileleu dan sudah dibeli oleh investor. Lokasi dari Taileleu merupakan sebuah kawasan yang  sangat berpotensi dalam pengembangan pariwisata, dimana pemandangan di lokasi ini sangat alami, memiliki potensi bahari dan terdapat adat dan budaya masyarakat sekitar yang sangat terjaga.
Pengembangan KEK yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk mengembangkan pariwisata di Kepulauan Mentawai yang dalam pembangunannya terpadu dalam mendorong pertumbuhan perekonomian dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan KEKini juga dikarenakan infrastruktur penunjang kegiatan pariwisata di Kepulauan Mentawai sangat kurang sehingga dengan masuknya infestor dapat menjadikan pengembangan dari pariwisata semakin maju.
Jika dilihat secara umum, pengembangan ini sangat menarik dan dapat menjadikan kawsan Kepulauan Mentawai maju. Akan tetapi perlu diperhatikan beberapa aspek yang penting dalam perkembangan pariwisata di Kepulauan Mentawai. Aspek-aspek tersebut berupa ekonomi, social, dan lingkungan. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut dapat membuat pengembangan dari pariwisata tersebut memberikan dampak positif akan tetapi jika tidak, maka akan membuat potensi yang ada menjadi terbuang sia-sia.
Jika dilihat dari aspek ekonomi, hal ini tentu saja sangat berdampak kepada masyarakat dan dapat menjadi pemicu munculnya kegiatan ekonomi-ekonomi lain memiliki keterkaitan dengan pariwisata. selain itu masyarakat sekitar juga dapat dijadikan sebagai sumberdaya dalamhal ini adalah tenaga kerja dalam pengembangan kawasan wisata tersebut. akan tetapi jika masyarakat banyak melakukan alih profesi menjadi tenaga kerja dalam industri Pariwisata, maka jumlah masyarakat yang bekerja di sektor perikanan sebagai nelayan akan berkurang. Hal ini tidak dapat selalu dikatakan sebagai sebuah hal baik mengingat sumberdaya alam di Kepulauan Mentawai sangat banyak dan beragam.
 Jika jumlah nelayan berkurang, maka akan mengakibatkan berkurangnya jumlah hasil tangkapan ikan yang beredar di pasaran. Sehingga akan mengakibatkan kelangkaan ikan dan peningkatan harga ikan yang yang akan terasa baik cepat atau lambat. Selain itu jika kelangkaan ikan terjadi maka akan mengakibatkan pemerintah ataupun pelaku perdagangan ikan harus mendatangkan ikan dari luar daerah. Dengan hilangnya nelayan juga akan mengakibatkan populasi dari hasil laut yang biasa dicari oleh para nelayan menjadi bertambah dan dapat menggangu keseimbangan ekosistem
Aspek selanjutnya yang dapat menjadi dampak dari pengembangan pariwisata ini adalah aspek lingkungan.dalam aspek ini sangat berkaitan sekali dengan daya dukung dan daya tamping lingkungan. Dalam hal daya tampung, kemampuan kepulauan Mentawai dalam menampung kegiatan yang ada diatasnya harus sesuai secara khusus Pulau Siberut mengingat pulau ini menjadi pulau yang dijadikan sebagai KEK Pariwisata Kepulauan Mentawai. Sebagai contoh adalah dalam pembangun fasilitas penunjang kegiatan pariwisata seperti penginapan. Dalam pembangunan fasilitas penginapan, harus dibangun di kawasan yang sesuai dan dapat menampung pengunapan tersebut. jika tidak maka aktifitas diatasnya tidak akan berjalan secara maksimal.
Selanjutnya adalah daya dukung lingkungan. Hal ini juga kurang lebih dengan daya tampung akan tetapi aspek ini lebih mengacu terhadapa kemampuan lahan dalam mendukung keguiatan. Sepertidalam pembangunan penginapan yang tidak dilakukan di kawasan yang sangat dengan pantai. Hal ini harus di hindari untuk mengurangi abrasi akibat letaknya yang berdekatan dengan pantai dan juga menghindari pencemaran lingkungan. pembangunan kawasan-kawasan pembangunan ini diharapkan sesuai dengan pedoman yang ada agar segala aktifitas dapat berjalan dengan efektif.
Aspek selanjutnya adalah social dan budaya. Dalam aspek ini, pembangunan pariwiwsata yang ada dapat memanfaatkan aspek kehidupan social masyarakat dan budaya lokal dapat menjadi nilai jual yang sangat mendukung. Hal ini mengingat salah satu yang terkenal dari Indonesia adalah kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia yang beragam. Dengan mengembangkan pariwisata yang ada juga dapat mendukung kearifan lokal yang ada di masyarakat dapat dikenal lebih luas.
Akan tetapi dalam pembanguan pariwisata di Kepulauan Mentawai khususnya KEK di Pualu Siberu yang berbasiskan kearifan lokal masyarakatnya harus dapat menjadikan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat menjadi sebuah kebangaan masyarakat sekitar. Hal ini sangat penting, mengingat era globalisasi yang ada saat ini dapat membuat pergeseran asli budaya masyarakat sehingga kearifan lokal yang juga menjadi kekayaan Bangsa Indonesia menjadi hilang. Dengan menjadikan kebudayaan lokal sebagai sebuah kebanggan akan membuat sebuah kekuatan ekonomi baru yang dimiliki oleh Indonesia.
Aspek-aspek diatas merupakan beberapa hal dari sekian banyak aspek yang sangat berpengaruh dalam perkembangan perekonomian yang berasal dari pengembangan Pariwisata di Kepuluan Mentawai. Namun ada beberapa hal yang juga turut mengancam akan kekayaan pariwisata tyang dimiliki oleh Indonesia. Yaitu banyaknya pulau-pulau kecil yang dimiliki Oleh Indonesia yang dijual bebas. Beberapa diantaranya ada di Kepulauan Mentawai yang merupakan daerah dengan potensi pariwisata bahari yang sangat mendukung,
Terdapat 3 pulau yang masuk dalam daftar pulau yang dijual dalam situs internet privateslandonline.com, dimana situs ini berbasi di negara Kanada. Harga jual untuk ketiga pulau ini berada pada kisaran harga US$ 4 Juta hingga mencapai harga US$ 8 Juta. Tingginya nilai jual ini akan sangat menguntungkan pihak-pihak yang berkaitan, akan tetapi akan membuat sebuah kerugian besar bagi Indonesia mengingat potensi-potensi yang dimiliki oleh pulau-pulau yang ada di Kepulauan Mentawai.
Pengembangan pulau-pulau kecil di kepulauan Mentawai memenag dapat menjadi sebuah hal yang sangat menguntungkan baik kepada masyarakat maupun kepada pemerintah. Akan tetapi dalam pengembangannya perlu adanya pengawasan yang sangat ketat. Hal ini sangat penting sekali untuk diterapkan agar dalam melakukan pengembangannya tidak akan menjadi sebuah hal yang sangat merugikan. Selain itu dengan mengembangkan pariwisata yang terkendali dengan baik di Kepulauan Mentawai tidak hanya akan menguntungkan secara finansial akan tetapi akan semakin memperkenalkan ke dunia Bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat banyak dan penuh dengan potensi.
Dalam pengembangan pariwisata di Kepulauan Mentawai, khususnya KEK Pariwisata di Pulau Siberu terdapat beberapa rekomendasi yang dapat diterapkan dan rekomendasi ini juga diharapkan tidak hanya dapat di terapkan di pulau-pulau yangada dalam kawasan Kepulauan Mentawai, tetapi untuk semua pulau-pulau kecil. Rekomendasi-rekomendasi tersebut lebih mengacu kepada pengelolaan potensi yang ada di pulau-pulau tersebut dalam pengembangan pariwisata.
Pertama adalah pengelolaan pulau-pulau kecil di Kepulauan Mentawai dilakukan secara terbuka, baik tingkat nasional, maupun internasional. Sistem pengelolaan pulau berupa sewa pulau dengan kontrak sewa yang tidak terlalu panjang yang dimana dalam kontrak tersebut dapat terjadi kerjasama yang membuat pulau-pulau tersebut dapat berkembang dengan baik. Dalam kontrak juga harus diatur secara rinci apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa kontrak oleh pengelola dan pengawas pulau. Dan semua syarat tersebut harus memiliki landasan hukum tetap yang rinci dan lengkap.
Kedua adalah perencanaan pengembangan pulau-pulau untuk memperoleh peningkatan kesejahteraan dari masyarakat dan juga pembangunan daerah yang memiliki daya saing pariwisata. Dalam pemenuhan akan terciptanya sebuah daya saing yang tinggi dari aspek pariwisata, maka perlunya sebuah perencanaan yang teritegrasi. Dalam perwujudan sebuah perencanaan ini diperlukan koordinasi yang sangat baik antar stakeholder baik itu berasal dari masyarakat, pemerintah dan juga pihak swasta.
Dan yang terakhir adalah berupa terobosan-terobosan baru yang dapat menjadi sebuah batu loncatan dalam sebuah pengembangan pariwisata yang ada. Terobosan-terobosan ini dapat berupa penyediaan fasilitas-fasilitas yang akan memberikan sebuah sensasi baru yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang. Selain itu fasilitas-fasilitas ini harus merupakan sebuah fasilitas yang dapat dinikmati oleh semua golongan masyarakat yang ingin merasakannya, sehingga dengan cara ini akan lebih mengundang masyarakat untuk datang.
Dari beberapa rekomendasi diatas, diharapkan pemerintah akan terus menjalin kerja sama dengan masyarakat dalam pengembangan pariwisasta ini. Hal in dikarenakan masyarakat akan menjadi bagian dari pariwsata itu sendiri. Pengebangan pariwisata ini juga diharapkan selalu memperhatikan prinsip pariwisata pro poor, pro growth and pro jod, dan berkelanjutan.
Daftar Pustaka
Bisnis,“Mentawai Siapkan Lahan 2,600 Ha Untuk KEK Pariwisata”, https://m.bisnis.com/kabar24/read/20170824/78/684025/mentawai-siapkan-lahan-2.600-ha-untuk-kek-pariwisata/(diakses 8 Oktober 2017).
Kompas, “Tiga Pulau di Mentawai Dijual ke Orang Asing”, http://nasinal.kompas.com/read/2009/08/26/15117539/tiga.pulau.di.mentawai.dijula.ke.orang.Asing/ (diakses 11 Oktober 2017).
Mentawai Kita, “ Punya Budaya Unik, Pulau Siberut Jadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional”, https:// mentawaikita.com/berita/168/punya-budaya-unik-pulau-siberut-jadi-kawasan-strategis-pariwisata-nasional/(diakses 8 Okober 2017).

Komentar

Postingan Populer