Kebutuhan Data Penyusunan RP3KP Kota Bontang
A. Sejarah
Permukiman Indonesia
Bontang pertama yang
sekarang di sebut Bontang Kuala merupakan tempat bermukim generasi pertama dan
kedua, setelah generasi yang kedua menikah mencarilah mereka tempat yang baru
di sebelah utara atau Lok Tuan yang transportasinya menggunakan perahu layar.
Dan sebagian lagi menuju ke barat atau ke daratan yang sekarang disebut Bontang
Baru. Generasi kedua yang lahir sekitar 1920-1930 an ini jika
berkomunikasi dengan keturunannya mereka menggunakan bahasa melayu, begitu juga
dengan saudara,sepupu dan keponakannya hingga bahasa melayu menjadi bahasa
sehari-hari diantara kelompok masyarakat yang mulai berkembang ini Pengaruh
kondisi alam yang panas karena berada di pesisir pantai, bahasa melayu yang ada
di sini agak kasar dan keras dibandingkan bahasa melayu lainnya atau juga
disebabkan karena pengaruh temperamen atau karakter dari sulawesi. Dengan ciri
bahasanya maka bahasa disini sebut dengan bahasa bontang yang induk bahasa nya
berasal dari kutai melayu dengan logat bugis
B. Kondisi
Geografis Kota Bontang
Kota Bontang
terletak pada wilayah
yang cukup strategis
yaitu terletak pada jalan
trans-Kaltim dan berbatasan langsung dengan Selat Makassar, sehingga
menguntungkan dalam mendukung interaksi wilayah Kota Bontang dengan wilayah
lain di luar Kota Bontang. secara administrasi, semula Kota Bontang merupakan
kota administratif sebagai bagian dari Kabupaten Kutai dan menjadi daerah
otonom berdasarkan UU No. 47 Tahun 1999 tentang Pemekaran Provinsi dan
Kabupaten, bersamaan dengan Kabupaten Kutai Timur, Kutai Barat dan Kabupaten
Kutai Kartanegara. Luas wilayah keseluruhan Kota Bontang sebesar 497,57 km2 dan terbagi
menjadi tiga kecamatan yaitu Bontang Selatan, Bontang Utara, dan Bontang Barat
(BPS Kota Bontang, 2016).
Kota Bontang secara astronomis terletak
di titik 0o01’ – 0o12’ Lintang Utara dan 117o23’ – 117o38’ Bujur Timur. Wilayah
Kota Bontang didominasi oleh lautan. Kota Bontang
memiliki wilayah daratan seluas 149,8 km2 (30,1%) dan luas wilayah lautan
347,77 km2 (69,9%), sedangkan luas wilayah seluruhnya 496,57 km2. Kota
Bontang secara administratif memiliki batas-batasnya sebagai berikut:
Batas Utara : Kabupaten Kutai Timur Batas Timur : Selat Makassar
Batas Selatan : Kabupaten Kutai Kartanegara Batas Barat : Kabupaten Kutai Timur
Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik, Kota Bontang pada tahun 2015 meraih nilai indeks pembangunan
manusia tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur yaitu 78,78% yang menandakan kemajuan kota ini terhadap pembangunan infrastruktur yang berdampak pada meningkatnya kualitas
hidup masyarakat Kota Bontang untuk berumur panjang dan sehat, berilmu
pengetahuan, dan mempunyai akses terhadap sumberdaya yang dibutuhkan agar dapat hidup
secara layak (BPS Provinsi Kalimantan Timur, 2015)
C.
Kondisi Demografi Kota Bontang
Kota Bontang terbagi menjadi 3 kecamatan
yaitu Kecamatan Bontang Utara, Bontang Barat dan Bontang Selatan. Berdasarkan
Kota Bontang dalam Angka Tahun 2017, Kecamatan dengan jumlah populasi tertinggi
dan terpadat adalah Kecamatan Bontang Utara, dimana 40,68% penduduk yang ada di
Kota Bontang tinggl di Kecamatan Bontang Utara dengan tingkat kepadatan
mencapai 2132,05 Jiwa/Km2. Berikut merupakan data kependudukan Kota
Bontang
Kecamatan
|
Populasi Penduduk (Jiwa)
|
Pertumbuhan Penduduk
|
||
Laki-Laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
2015-2016
|
|
Bontang
Selatan
|
34 078
|
31 473
|
65551
|
1,84
|
Bontang
Utara
|
35 609
|
32274
|
67883
|
1,31
|
Bontang
Barat
|
17 610
|
15824
|
33434
|
4,63
|
Sumber: Kota Bontang
dalam Angka, 2016
Dari data di atas dapat
dilihat bahwa Kecamatan Bontang Utara merupakan kecamatan dengan jumlah
penduduk paling tinggi, akan tetapi laju pertumbuhan penduduknya masih rendah
yaitu 1,31% dari tahun 2015 dan Kecamatan Bontang Barat merupakan kecamatan
dengan laju pertumbuhan penduduk dari tahun 2015 adalah 4,63%. Untuk proyeksi
penduduk Kota Bontang dari tahun 2017 hingga 2038 adalah sebagai berikut.
Tabel Proyeksi
Penduduk Kota Bontang 2017-2038
Tahun
|
Bontang Selatan
|
Bontang Utara
|
Bontang Barat
|
2017
|
66757
|
68772
|
34982
|
2018
|
67985
|
69673
|
36602
|
2019
|
69236
|
70586
|
38296
|
2020
|
70510
|
71511
|
40069
|
2021
|
71808
|
72447
|
41925
|
2022
|
73129
|
73396
|
43866
|
2023
|
74475
|
74358
|
45897
|
2024
|
75845
|
75332
|
48022
|
2025
|
77240
|
76319
|
50245
|
2026
|
78662
|
77319
|
52572
|
2027
|
80109
|
78332
|
55006
|
2028
|
81583
|
79358
|
57552
|
2029
|
83084
|
80397
|
60217
|
2030
|
84613
|
81450
|
63005
|
2031
|
86170
|
82517
|
65922
|
2032
|
87755
|
83598
|
68974
|
2033
|
89370
|
84694
|
72168
|
2034
|
91014
|
85803
|
75509
|
2035
|
92689
|
86927
|
79005
|
2036
|
94395
|
88066
|
82663
|
2037
|
96131
|
89219
|
86491
|
2038
|
97900
|
90388
|
90495
|
Dari
data diatas dapat dilihat bahwa Kecamatan Bontang Selatan akan menjadi
kecamatan dengan jumlah penduduk paling tinggi dengan jumlah penduduk sebanyak
97.900 jiwa pada tahun 2038 dan Kecamatan Bontang Utara menjadi Kecamatan
dengan jumlah pendudukpaling sedikit pada tahun 2038 yaitu 90.388 jiwa.
Jumlah
penduduk berdasarkan kelompok umur juga perlu diketahui untuk mengetahui berapa
banyak jumlah penduduk dalam sebuah kota yang masuk dalam usia angkatan Kerja.
Untuk mengetahui jumlah penduduk Kota Bontang yang berada dalam usia angkatan
kerja akan ditampilkan dalam tabel berikut:
Tabel
Jumlah Penduduk Kota Bontang Berdasarkan Kelompok Umur
Kelompok
Umur
|
Jenis
Kelamin
|
||
Laki-Laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
|
0-4
|
9032
|
8435
|
17467
|
5-9
|
8490
|
8088
|
16578
|
0-14
|
7971
|
7624
|
15595
|
15-19
|
7465
|
7171
|
14636
|
20-24
|
7003
|
6685
|
13688
|
25-29
|
7598
|
7325
|
14923
|
30-34
|
7487
|
7307
|
14794
|
35-39
|
7307
|
6995
|
14302
|
40-44
|
7262
|
7062
|
14324
|
45-49
|
7102
|
5495
|
12597
|
50-54
|
5047
|
3397
|
8444
|
55-59
|
2868
|
1832
|
4700
|
60-64
|
1404
|
974
|
2378
|
65+
|
1261
|
1181
|
2442
|
Sumber:
Kota Bontang dalam Angka 2017
Berdasarakan piramida penduduk di atas
dapat dilihat bahwa piramida penduduk kota Bontang adalah membentuk piramida
Expansive yang menandakan sebagian besar penduduk berada pada kelompokpenduduk
muda, selain itu hal ini menandakan bahwa tingkat kelahiran bayi di Kota
Bontang cukup tinggi.
D. Penggunaan
Lahan Kota Bontang
Penggunaan Lahan Kota
Bontang terdiri dari berbagai macam.Secara terperinci,penggunaa lahan di Kota
Bontang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel Penggunaan Tanah Kota Bontang
No
|
Jenis Penggunaan Tanah
|
Luas
|
|
Hektar
|
%
|
||
1
|
Permukiman
|
||
a.
Rumah/Bangunan
Gedung
|
1.355,56
|
9,17
|
|
b.
Pekarangan
|
972,87
|
6,58
|
|
c.
Fasilitas
Sosial
|
29,76
|
0,20
|
|
d.
Fasilitas
Umum
|
462,43
|
3,13
|
|
e.
Permukiman
Atas Air
|
53,94
|
0,36
|
|
f.
Jasa
|
69,52
|
0,47
|
|
2
|
Tambak
|
323,
18
|
2,19
|
3
|
Industri
|
||
a.
PT.
Pupuk Kaltim
|
192,46
|
1,30
|
|
b.
PT.
Badak NGL
|
278,07
|
1,88
|
|
c.
Industri
Terbatas
|
7,77
|
0,05
|
|
4.
|
Rawa
|
53,54
|
0,36
|
5
|
Danau/Waduk/Situ
|
15,11
|
0,10
|
6
|
Hutan Kota
|
196,98
|
1,33
|
7
|
Hutan Sejenis
|
2.764,48
|
18,70
|
8
|
Bakau
|
1.115,51
|
7,55
|
9
|
Belukar
|
6.870,98
|
46,49
|
10
|
Tanah Terbuka
|
17,83
|
0,12
|
Jumlah
|
14.780,00
|
100,00
|
|
Sumber:
RKPD Kota Bontang Tahun 2017
Dari data di atas dapat dilihat bahwa penggunaan
lahanKota Bontang untuk kawasan Kota Bontang sebesar 19,91% dari luas keseluruhan
lahan kota Bontang.
E.
Data Kawasan Rawan Bencana Kota
Bontang
Berdasarkan RTRW Kota Bontang
Tahun 2012 terdapat beberapa kawasan yang masuk dalam
kawasan Rawan Bencana Kota Bontang yang disajikan dalam tabel berikut
Tabel Kawasan Rawan Bencana
No
|
Jenis
Bencana Alam
|
Nama Kelurahan
|
1
|
Bencana
Gelombang Pasang
|
Kelurahan
Bontang Kuala, Kelurahan Loktuan,Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Tanjung
Laut, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kelurahan Bontang Baru,Kelurahan Bontang
Baru, Kelurahan Bontang Lestari
|
2
|
Bencana
Banjir
|
Kelurahan
Kanaan, Kenurahan Gunung Telihan,Kelurahan Api-Api, Kelurahan Tanjung Laut,
Kelurahan Bontang Baru, Kelurahan Satimpo dan Kelurahan Guntung
|
Sumber:
RTRW Kota Bontang Tahun 2012
Dari data di atasdapat dilihat bahwa
terdapat dua jenis bencana alam yang sering terjadi di Kota Bontang berdasarkan
RTRW Kota Bontang Tahun 2012. Dalam tabel diatas dapat dilihat bahwa terdapat 2
kelurahan yang masuk kedalam kawasan rawan bencana Kota Bontang yaitu Kelurahan
Bontang Baru dan Kelurahan Tanjung Laut
Data Terkait Kondisi
Lingkungan dan Penyediaan Air Bersih Bontang
Berdasarkan Renstra Dinas Kesehatan
Kota Bontang Tahun 2011-2016 Rencana pengembangan prasarana pengolahan air
limbah di Kota Bontang diprioritaskan pada pengembangan sistem pembuangan air rumah
tangga (sewerage) individu dan komunal. Pengembangan sistem pembuangan air
rumah tangga (sewerage) individu dikembangkan pada perumahan yang sudah ada,
sedangkan pengembangan sistem pembuangan air rumah tangga (sewerage) komunal
dikembangkan pada kawasan perumahan yang akan dikembangkan dan kawasan
perumahan di atas air di Bontang Kuala, Selangan, Tihi-Tihi, Gusung, dan
Melahing. Didaerah pantai tersebut rencana akan dilakukan pembinaan sekaligus
pembangunan percontohan sistem pembuangan komunal untuk upaya percepatan
pemukiman sehat dalam rangka pencapaian MDG’S.
Rencana Pengembangan Instalasi
Pengalolahan Limbah (IPAL) dalam hal ini pengolahan Lumpur Tinja akan dilakukan
di kawasan Bontang Lestari. Untuk air limbah yang mengandung B3, setiap
kegiatan yang menghasilkan limbah B3 harus mengembangkan instalasi air
limbahnya sebelum masuk ke jaringan air buangan kota. Semua fasilitas pelayanan
kesehatan Rumah Sakit, Puskesmas, Fasilitas Pelayanan kesehatan swasta,
laboratorium kesehatan daerah wajib memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah.
Untuk itu dilakukan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan terutama terkait
dengan pemberian ijin operasional dalam rangka pengendalian dan pemantauan
pembuangan air limbah dan bahan berbahaya. Jika tidak sesuai maka tidak akan
dikeluarkan ijin sampai persyaratan terpenuhi.Pengelolaan
A. Produksi
dan Volume Sampah Terangkut Kota Bontang
Berdasarkan Kota Bontang dalam Angka
tahun 2017, dapat dilihat mengenai produksi sampah Kota Bontang pada tahun 2016 pada tabel berikut:
Tabel.
Produksi dan Volme Sampah yang Terangkut per Hari di Kota Bontang Tahun 2016
|
No
|
Kecamatan
|
Perkiraan Produksi Sampah Per Hari
|
Volume Sampah Terangkut per Hari
|
Presentase Sampah Terangkut per Hari
|
|
1
|
Bontang Selatan
|
167,45
|
158,13
|
94,43
|
|
2
|
Bontang Utara
|
194,43
|
183,60
|
94,43
|
|
3
|
Bontang Barat
|
72,55
|
68,50
|
94,42
|
|
Total
|
434,43
|
410,23
|
94,43
|
|
Sumber: Kota
Bontang dalam Angka Tahun 2017
Dari data di atas dapat dilihat bahwa Kecamatan
Bontang utara menjadi Kecamatan dengan penghasil sampah terbanyak di Kota
Bontang, dan total presentase sampah terangkut di Kota Bontang dari 3 kecamatan
yaitu sebesar 94,43 persen.
B. Daftar
Perusahaan Air Minum Kota Bontang
Berdasarkan Kota Bontang dalam Angka
Tahun 2017, terdapat data mengenai jumlah industri air minum dan air mineral di
Kota Bontang yang ditampilkan pada tabel
dibawah ini:
Tabel
Daftar Perusahaan Air Minum Kota Bontang Tahun 2016
|
NO
|
Keterangan
|
Jumlah
|
|
1
|
Perusahaan
|
124
|
|
2
|
Tenaga Kerja
|
136
|
|
3
|
Nilai
Investasi (Rp)
|
Rp.
16.408.319
|
Sumber: Kota
Bontang dalam Angka Tahun 2017
Dari data diatas dapat dilihat di Kota Bontang bahwa terdapat 124 perusahaan
yang bergerak di dalam bidang perusahaan air minum dan mineral dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 136
orang.
C. Data
Pelanggan PDAM dan Air yang Disalurkan Menurut Pelanggan di Kota Bontang, 2016
Berdasarkan Kota Bontang dalam Angka
Tahun 2017, terdapat data mengenai jumlah Jumlah pelanggan PDAM dan air yang
disaluran menurut pelanggan di Kota Bontang pada Tahun 2016 yag ditampilkan
pada tabel berikut:
Tabel
Jumlah Pelanggan PDAM dan Air yang Disalurkan Kota Bontang 2016
|
No
|
Kategori Pelanggan
|
Jumlah Pelanggan
|
Air Disalurkan
|
Nilai
|
|
1
|
Sosial
|
|
|
|
|
a. Umum
|
13
|
5.179
|
7.864.500
|
|
|
b. Khusus
|
160
|
101.390
|
17.258.000
|
|
|
c. RTSS
|
67
|
41.828
|
81.383.500
|
|
|
2
|
Non Niaga
|
|
|
|
|
a. Rumah Tangga (A)
|
684
|
540.449
|
1.259.517.500
|
|
|
b. Rumah Tangga (B)
|
5.192
|
1.984.985
|
5.075.073.750
|
|
|
c. Rumah Tangga (C)
|
13.535
|
4.224.142
|
13.108.975.500
|
|
|
d. Instansi Pemerintah
|
177
|
110.198
|
371.149.750
|
|
|
3
|
Niaga
|
|
|
|
|
a. Kecil
|
469
|
203.390
|
723.745.500
|
|
|
b. Besar
|
1.555
|
627.020
|
2.422.231.000
|
|
|
c. Industri Kecil
|
186
|
86.675
|
336.355.500
|
|
|
d. Industri Besar
|
-
|
|
-
|
|
|
4
|
Khusus
|
|
|
|
|
a. Kesepakatan
|
-
|
-
|
-
|
|
|
b. Pelabuhan laut, sungai
|
1
|
1.020
|
20.868.000
|
|
|
c. Air isi ulang
|
180
|
101.357
|
446.487.000
|
|
|
d. Mobil tangki
|
-
|
814
|
24.430.000
|
|
|
e. Lainnya
|
1.192
|
396.563
|
2.887.527.500
|
|
|
Total
|
23.411
|
8.425.010
|
26.938.189.000
|
|
Sumber: Kota Bontang dalam Angka
2017
Dari data diatas dapat dilihat bahwa jumlah air yang
dialirkan oleh PDAM pada tahun 2016 di Kota Bontang adalah 8.425.010 m3
dengan nilai Rp. 26.938.189.000.dengan total pelanggan sebanyak 23.411.
D. Jumlah
Sambungan yang Dilayani PDAM
Berdasarkan Kota Bontang dalam Angka
tahun 2017 terdapat data jumlah sambungan yang dilayani oleh PDAM Bontang dari
tahun 2013-2016 pada tabel berikut:
Tabel
Jumlah Sambungan Yang Dilayani PDAM Tahun 2013-2016
|
No
|
Kecamatana
|
2013
|
2014
|
2015
|
2016
|
|
1
|
Bontang Selatan
|
4.408
|
5.006
|
6.021
|
6.841
|
|
2
|
Bontang Utara
|
9.896
|
11.384
|
12.152
|
12.851
|
|
3
|
Bontang Barat
|
2.751
|
2.983
|
3.426
|
3.719
|
|
Total
|
17.055
|
19.373
|
21.604
|
23.411
|
|
Sumber: Kota Bontang Dalam Angka
Tahun 2016
Dari
data di atas dapat dilihat bahwa Jumlah sambungan yang dilayani oleh Kota
Bontang selalu mengalami peningkatan untuk semua kecamatan yang ada di Kota
Bontang dari Tahun 2013-2016 dan Kecamatan Bontang Utara menjadi kecamatan
dengan jumlah sambungan terbanyak yang ada di Kota Bontang.
Dengan mengacu kepada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT. PLN Tahun 2015-2024 sebagai berikut
Perhitungan Kebutuhan
Listrik
Pertumbuhan
ekonomi Provinsi Kaltim rata-rata sekitar 10,0% per tahun selama 2009–2013.
Kondisi ini sejalan dengan kebutuhan tenaga listrik yang tumbuh cukup tinggi,
yaitu mencapai rata-rata 8,68% per tahun. Porsi terbesar pemakaian listrik adalah
dari pelanggan sektor rumah tangga (rata-rata 58,9% per tahun). Dalam beberapa
tahun terakhir, kondisi sistem kelistrikan di Kaltim tidak mampu mengimbangi
pertumbuhan beban listrik yang begitu tinggi karena keterbatasan daya
pembangkit. Akibatnya daftar tunggu terutama calon pelanggan bisnis dan industri
menumpuk, membuat tambahan beban yang akan datang diperkirakan naik sangat
tinggi setelah PLTU batubara beroperasi. Mengacu pada realisasi penjualan
tenaga listrik selama lima tahun terakhir termasuk adanya daftar tunggu calon
pelanggan yang cukup besar, dan mempertimbangkan kecenderungan pertumbuhan
ekonomi regional, pertambahan jumlah penduduk dan usaha meningkatkan rasio
elektrifikai dimasa yang akan datang, proyeksi kebutuhan listrik 2015–2024
ditunjukkan pada tabel
Tabel Proyeksi Kebutuhan Tenaga
Listrik Provinsi Kalimantan Timur
No
|
Tahun
|
Pertumbuhan
Ekonomi
|
Penjualan
(GWh)
|
Produksi
(GWh)
|
Beban
Puncak Netto (GWh)
|
Pelanggan
|
1
|
2015
|
8,89
|
2.968
|
3.482
|
561
|
816.339
|
2
|
2016
|
9,48
|
3.259
|
3.801
|
615
|
870.900
|
3
|
2017
|
10,57
|
3.617
|
4.209
|
682
|
927.666
|
4
|
2018
|
11,56
|
4.055
|
2.855
|
764
|
962.807
|
5
|
2019
|
12,07
|
4.569
|
5.420
|
860
|
998.996
|
6
|
2020
|
11,90
|
5.140
|
6.132
|
966
|
1.024.683
|
7
|
2021
|
11,56
|
5.744
|
6.883
|
1.079
|
1.054.507
|
8
|
2022
|
11,56
|
6.418
|
7.628
|
1.205
|
1.084.589
|
9
|
2023
|
11,56
|
7.171
|
8.456
|
1.345
|
1.114.963
|
10
|
2024
|
11,56
|
8.012
|
9.381
|
1.502
|
1.145.643
|
Pertumbuhan
(%)
|
11,07
|
11,7
|
11,7
|
11,6
|
3,8
|
|
Sumber: Rencana Usaha
Penyediaan Tenaga Listrik PT. PLN (Persero) 2015-2024
Penanganan Sarana Kelistrikan
Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan
listrik yang tinggi di Provinsi Kalimantan Timur, direncanakan akan dibangun
pembangkit, transmisi, gardu induk dan jaringan distribusi, dengan
mempertimbangkan ketersediaan potensi energi primer setempat.
Potensi Energi Primer
Kalimantan Timur sebagai daerah
penghasil batubara dan migas dalam jumlah besar merupakan lumbung energi
nasional. Berdasarkan informasi dari Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov
Kalimantan Timur, sumber energi yang ada meliputi (termasuk Kalimanatan Utara):
a.
Cadangan
batubara mencapai 25 milyar ton dengan tingkat produksi mencapai 120 juta ton
per tahun,
b.
Cadangan
gas bumi mencapai 46 TSCF dengan produksi 2 TSCF per tahun, termasuk perkiraan
sisa cadangan Blok Mahakam sebesar 5,7 TSCF.
c.
Cadangan
minyak bumi di Kalimantan Timur sebesar 985 MMSTB dan produksinya mencapai 57
MMSTB per tahun,
d.
Potensi
gas metana batubara (CBM) sebesar 108 TSCF,
e.
Potensi
tenaga air cukup besar, antara lain 350 MW di Tabang, Kutai Kartanegara yang
lokasinya sekitar 214 km dari kota Tenggarong dan 630 MW Boh 2 di Kabupaten Kutai Kartanegara yang
perlu dilakukan studi lebih lanjut.
f.
Potensi
tenaga air mini hydro antara 200 kW hingga 500 kW di sebelah hulu sungai
Mahakam, juga perlu dilakukan studi lebih lanjut.
Pengembangan Pembangkit
Sesuai dengan ketersediaan sumber
energi primer di Kaltim, untuk memenuhi kebutuhan listriknya akan dibangun
pembangkit yaitu PLTU batubara, PLTG/MG dan PLTA. Selama periode tahun
2015-2024, direncanakan tambahan pembangkit baru dengan kapasitas total sekitar
1.828 MW dengan perincian seperti ditampilkan pada tabel berikut. Diluar tabel
tersebut, juga terdapat rencana pengembangan pembangkit energi terbarukan pada
sistem dengan beban diatas 3 MW yaitu PLTS IPP on-grid.
Komentar
Posting Komentar